Tuesday, December 31, 2013

Bye 2013

Beberapa jam lagi, kita akan mengakhiri tahun 2013. Jadi, gue mau kilas balik perjalanan hidup gue selama setahun ke belakang ah~

Di awal 2013 kemarin gue masih menjalani aktivitas sebagai mahasiswi dan sekitar Maret gue menjalani semester akhir gue untuk menempuh Sarjana Ilmu Komunikasi di IISIP Jakarta. Gue memang dari awal memang udah nargetin di 2013 gue udah harus selesai kuliah, karena menurut gue "ya wong kuliah doang apa susahnya sih, duduk di kelas, merhatiin dosen ngajar, ngerjain tugas, main, bergaul, skripsi, selesai."

Emang sih ngomong kayak gitu gampang banget, tapi pada prakteknya kadang tak sesuai. Maret 2013, gue sukses melewati semester tujuh, yang mana Maret-Juli gue bisa ambil semester akhir dan skripsian dong tentunya.

Skripsi, satu kata berjuta rasa. Merasakan bagaimana judul diobrak-abrik, merasakan bagaimana lamanya nunggu dosen pembimbing dibandingkan nunggu ditembak pacar pada waktu dulu (curhat), merasakan deg-degannya proses menuju sidang skripsi, merasakan bagaiaman jantung yang berdetak lebih kenceng dibandingkan dibawa ngebut sama supir Patas 84 jurusan Pulo Gadung - Depok.

Semuanya menjadi satu, dan alhamdulillah akhir Juli dan pas banget bulan puasa, gue dinyatakan lulus sidang skripsi, gue jadi inget empat tahun lalu masuk IISIP Jakarta pas bulan puasa, eh lulusnya juga bulan puasa, hamdalah~

Awal jadi sarjana, sempet ikut kerja sama Mamang di Majalah VOICE+ jadi reporter, ketemu banyak orang-orang baru dan menurut gue hebat di bidangnya masing-masing, gue banyak belajar, nambah wawasan.

Sempet luntang-lantung juga karena belum dapat kerjaan tetap, hal itu kadang bikin gue gregetan sama gue sendiri, "bener kata emak bapak gue, cari uang susah banget."

Awal November, dapet telepon dari Boomee.co (kantor gue sekarang, alhamdulillah ga pengangguran :p) untuk interview, Boomee semacam media online yang bergerak di sosial media, baru September berdiri, dan gue diajak kerja untuk membangun Boomee bersama.

Gak pake psikotest, gak pake interview yang dari HRD terus ke User, lalu ke Manajer HRD seperti kantor-kantor lain (cuiiiihh), padahal menurut gw psikotest gak penting, yang penting kan kemampuan kita bagaimana dalam bekerja nantinya.

Alhamdulillah, di penghujung tahun gue udah bisa merasakan bagaimana beli baju, celana, jajan pakai uang sendiri. Senangnya.

Lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan di tahun 2013, merupakan impian di tahun 2012.

Eh tapi, sampai 2013 berakhir ini ada satu resolusi gue yang belum tercapai yaitu belum bisa mengendarai motor T_T.

Impian apa di 2014?
Next post.
*brb mikir apa aja impian di 2014*

Xx

Friday, November 1, 2013

Periksa kembali, kembalian mu.....

Seminggu yang lalu, gue ada jadwal liputan di daerah Senopati, berhubung rumah photographer kantor gue (namanya Elik Ragil) di daerah Jagakarsa, sungguh membuang waktu banget kalau harus janjian di kantor (daerah Raden Saleh, Cikini) untuk berangkat liputan bareng.

Biasanya, kami janjian di tempat-tempat yang mudah ditemui, salah satunya di 711 (Sevel, seperti yang disebut oleh anak-anak Jakarta, termasuk kami :p). Pada hari H liputan, kami janjian di 711 Blok M, persis samping KFC Bulungan. Mungkin, karena tempatnya dapat terjangkau oleh kami untuk bertemu. Gue dari daerah Matraman ke Blok M (tidak begitu jauh), jarak yang sama seperti photographer kantor dari rumahnya ke tempat janjian.

Janjian liputan pukul 14.00 WIB, gue janjian di Sevel pukul 13.00. Berangkatlah gue dari rumah jam 12, perkiraan gue satu jam ke Blok M, karena gue pikir udah siang gitu, orang kantor paling udah di kantor atau lagi makan siang. Dari rumah gue naik angkot ke Halte Busway Pasar Genjing, jeng.. jeng.. nunggu Trans Jakarta hampir satu jam dan rata-rata bus yang datang itu isinya penuh.

Perkiraan gue salah ternyata. Ketika bus berikutnya datang, gue nggak mau tau harus naik dan harus sampai TKP janjian nggak telat. Masuklah gue dengan tanpa dosa, ya walaupun berdirinya di samping kenek Trans Jakarta. Bodo amat, daripada gue telat. Pikir gue.

Sampai Dukuh Atas, transitlah ke arah Blok M. Suasana di dalam Trans Jakarta tersebut timpang sama Trans Jakarta yang sebelumnya gue tumpangi. Di sini gue bisa duduk sambil menikmati ademnya AC *norak* *kepanasan soalnya*.

Gue bbm photographer kantor, "Om, Ratih udah ke arah Blok M nih, tunggu yaa, maap telat nih, tadi nunggu Trans Jakartanya lama, mana panas banget, *curhat*." FYI, bukan karena dia seperti om-om gue panggil "Om", tapi sebelum gue kerja bareng dia, gue udah kenal dia sebagai temennya om gue. Ya mau sampai kapan pun gue panggil dia "Om" walaupun sekarang statusnya sebagai rekan kerja.

"Ok, santai aja, gue udah di dalem Sevel ya," balasan bbm darinya. Sampailah di halte TransJ Blok M yang tempatnya bebarengan sama terminal Blok M. Jarak antara halte ke Sevel Blok M, cukup menguras hati. Jalan kaki dong yah ke arah sana, ada ojek sih, tapi menurut gue akan jadinya muter-muter jalan dan jadi lama. Gue putuskan jalan kaki. Beuhh, matahari menyinari bumi selayaknya kamu menyinari aku selama ini, terang banget.

Sesampainya di Sevel Blok M, gue ngos-ngosan."Huffft haaffft hufffft" (gue nggak tau sih bunyi ngos-ngosan kalau ditulis gini kayak gimana). Jantung gue berdetak cepat banget. Badan pegel-pegel, berat bawa tas yang berisi leptop serta peralatan perang lainnya, seperti payung, tempat pensil, tempat kaca mata, dan lain-lain.

"Om, Ratih jajan dulu ya, haus beneurr nih, perjalanan ke sini ngeselin hu hu hu hu," curhat gue. "Siap santai aja," kata Om Elik.

Gue beli garlic bread sama Fanta, total jajanan gue sekitar 12ribu rupiah. Ke kasir lah gue untuk membayar, masih (sambil) ngos-ngosan. Gue membayar dengan lembaran 100rb. Tanpa pikir panjang gue terima kembalian dari kasir nggak gue periksa. Uang kembalian dan struknya gue masukin ke dompet lalu gue ke tempat duduk, sambil curhat lagi ke Om Elik "tau gitu gue ngga bawa leptop nih, Om. Berat banget. Pegel." Om Elik cuma bilang "Yee elo labil banget."

Jam udah nunjukkin pukul 14.15-an gitu, "Yuk, Om ke TKP liputan, udah telat nih," ajak gue setelah melihat jam. Jalan lah gue ke tempat liputan seperti biasa tanpa ada rasa ada yang tertinggal di Sevel itu.

Hari itu terik banget, deh. Sambil menunggu narasumber datang di TKP liputan, gue bilang ke Om Elik, "Om gimana kalau balik ke kantor ntar-ntaran aja, panas banget gini." Om Elik pun menyetujui saran gue.

Liputan berakhir sekitar pukul 16.00an gitu (lupa persisnya menit dan detiknya :p), balik lah ke arah kantor dari daerah Senopati. Di tengah jalan, bensin motor Om Elik udah kela-kelip tanda mau habis. Gue nggak mau dorong lah kalau tiba-tiba mogok di tengah jalan. "Om, isi bensin keleuuuuss (kali -bahasa anak g4uL sekarang)," tutur gue.

Nggak lama setelah itu, ada pom bensin di depan mata kami. Girang lah kami seperti anak kecil yang lagi nangis lalu dikasih ice cream dari mamanya. Om Elik tergesa-gesa mau ambil uangnya untuk membayar bensin. Gue bilang "Om, pake uang Ratih dulu deh, ya." Ke kasir lah gue sambil ngambil dompet di tas, mba-mba kasirnya bilang "30ribu ya, Mbak." Sambil buka dompet dan ngambil uang 30 ribu, gue bilang "iya, Mba."

Gue sempet bengong di depan kasir pom bensin yang warnanya kuning-kuning kayak eek itu. Gue bengong bukan karena liat eek :p gue bengong karena ngeliat uang gue di dompet cuma ada 38ribu, yang sehatusnya ada 88ribu karena tadi gue jajan di Sevel 12ribu (karena gue membayar pakai uang 100rb, mana tinggal selembar-lembarnya *curhat lagi*)

Pas gue ngeliat struk Sevel itu dan masih di depan kasir, gue kaget, karena tertera pada cash Rp.50.000 dan tertera pada 'kembali' Rp.38.000. "Shyiiiiit, gue kesirep," dalam hati miris.

Jalan lah gue menuju Om Elik, sambil bingung dan agak sedikit panik. Om Elik pun langsung nanya, "Kenapa Tih, kurang ya uangnya?" sambil mencoba mengambil dompetnya lagi di dalam tas, untuk menambahi uang gue yang kurang, pikirnya.

"Nggak, Om. Cukup kok, cuma kayaknya Ratih skip gitu deh tadi pas Sevel. Tadi kan Ratih jajan 12rb, trs bayar pake 100rb, udah gitu Ratih nggak meriksa kembalian lagi, langsung masukin ke dompet, kan tadi lagi ngos-ngosan tuh. Tapi, di struk tulisan bayarnya 50rb, kembali 38rb, bener sih kalo di struk, mah," curhat gue di motor. "Ya nggak mungkin balik lagi ke Sevel terus komen, harusnya tadi pas di depan kasir Sevelnya, yaudalah musibah," tambah gue.

"Yaaah Ratih, pelajaran buat kita, kalau abis belanja apapun, di manapun harus cek kembalian dan struk lagi yaa di depan kasir, yaudah sabar, tar kita jajan mie ayam gerobakan, deh," kata Om Elik sambil menyetir motornya yang abis diisi bensin lalu berlari kencang.

Gue berpikir, gue dan mba-mba kasir itu cuma manusia, semua punya kecerobohan. Tetapi, kalau memang ada udang di balik batu, ya mudah-mudahan udangnya enak kalau di makan.

Saran untuk semua, jangan lupa meriksa lagi struk serta uang kembaliannya di depan kasir, berapapun, di manapun. Kejahatan ada karena kesempatan (kayak di tipi-tipi :p).

Cheers,
selamat beraktivitas, semua :")

Tuesday, January 15, 2013

Masih kuliah

Semester tujuh sudah berakhir, yang artinya gue akan memasuki semester terakhir dimana semester yang gue tunggu-tunggu, apapun rintangan yang akan terjadi nanti dalam menjalani skripsi mudah-mudahan gue bisa lalui dengan suka cita.

Berasa beda banget lho kuliah sama sekolah, yang dulu waktu sekolah gue ngebayangin kuliah itu enak gak pakai seragam ke kampus, pulang kuliah cepet bisa nongkrong-nongkrong di mall bareng temen-temen, bisa cabut kelas jika malas melanda atau hal lainnya. Iya, awal-awal kuliah gue merasakan hal itu, eh tapi memasuki semester tiga dan seterusnya, semua yang gue perkirakan berbalik total.

Banyak tugas individu yang sama sekali ga boleh nyontek ke temen, ya masa tugasnya sama persis sama temen, bisa-bisa nilai gue rendah. Suatu saat gue pernah merasakan tugas individu yang dengan hasil 'ngeliat plek-plek' tugas temen gue. Enam aja dong nilai gue. Cekikikan sih awalnya, tapi kesini-sini gue nyadar bahwa tugas kuliah itu berbeda sama tugas sekolah yang lima menit sebelum bel bunyi bisa dikerjain.

Semester-semester 'ruwet' telah gue lampaui dengan suka duka, dari liputan ke pasar, pengadilan, stasiun, terminal, sekolah, hmm mana lagi yaaa? sangking banyaknya tugas liputan gue sampe lupa udah liputan kemana aja *belagu*. Ngerjain tugas video atau foto yang bikin ga pulang-pulang ke rumah, pulang sih, tapi pulang pagi *eh gimana sih ini, pulang apa enggak namanya yaa*.

Di semester-semester akhir gue dikagetkan oleh mata kuliah MPK dan Seminar yang dapet dosen super duper killer, killer dalam hal disiplin sih sebenernya. Di kampus dia dilabeli dengan Mr. Saturday, karena dia cuma ngajar di kampus cuma hari Sabtu. Walaupun dia banyak ga disukai banyak mahasiswa di kampus, tapi gue menyadari bahwa apa yang diajari dia akan berguna menjelang pembuatan skripsi. Ga boleh masuk kelas lewat sedetikpun, dan tugas harus dikumpul tepat waktu. Banyak yang failed di kelasnya dia itu cuma gara-gara telat masuk kelasnya. Gue ga terlalu masalah sih sama peraturan dia.Yaiyalaaah secara gue dapet kelas dia berturut dari MPK ke Seminar (semester enam & tujuh).

Memasuki liburan dari semester tujuh ke delapan ini, gue bukannya senang *ya dikit sih senangnya karena bisa menghela nafas dari kejamnya tugas-tugas di semester tujuh* tapi kepikiran judul apa yang akan gue pakai untuk skripsi gue nanti. Mudah-mudahan judul di seminar bisa dilanjutkan ke skripsi, can i get an Amen? *Amiiin* *dalam hati*

Gue pingin banget cepet-cepet selesai kuliah karena udah ga mau aja ngerjain tugas yang buang-buang uang gitu aja, ya walaupun dunia kerja tugasnya lebih ribet dari ini, tapi kan ada ujungnya *ehem uang*. Biar bisa nabung terus lanjutin kuliah lagi pakai uang sendiri. *ehem sok bijak* *kita liat lima tahun lagi apakah bisa S2* *Amiiin lagi dalem hati.*

:')

Friday, April 27, 2012

Chaos!

Semester enam kacauuuuu, kacau tugas-tugasnya maksudnya. Tadinya mau tiga setengah tahun di IISIP Jakarta, tetapi setelah dipikir-pikir, kalau gw maksain tiga setengah yang ada nanti keteteran sama mata kuliah yang emang rada-rada ribet, entah ribet tugas-tugasnya atau emang ribet masalah nilai sama dosennya. Berbagai macam sifat dosen yang telah gw temuin di kampus, wooow amazing. Ada yang ambekan, ada yang cuek, sangkin cueknya gw gak ngerti apa yang diajarin.

Semester enam ini ada mata kuliah KKL Cetak, sebelumnya gw mikir di kelas KKL Cetak ini bakalan ga seribet seperti mata kuliah wajib lainnya, karena kita udah praktek lapangan pas kemarin liburan semester. Maka dari itu gw juga ambil mata kuliah Metode Penelitian Komunikasi di semester yang sama. Gw tau mata kuliah MPK itu agak sedikit ribet, ya karena ada tugas lapangan yang harus dikerjakan untuk kelanjutan mata kuliah seperti Seminar dan lanjut ke Skripsi.

Ehh.. Pas hari pertama masuk kelas KKL Cetak, zoooooonnnnnnnkkkkk!!!!
Minggu pertama udah disuruh buat dua berita kriminal dan kecelakaan, mending abis nulis berita langsung diterima dan dinilai, ini harus melewati tahapan-tahapan dimana harus revisi.

Dan sekarang gw baru aja melewati Ujian Tengah Semester, minggu depan udah masuk minggu ke delapan perkuliahan, berarti tinggal dua bulan lagi gw kuliah di semester enam ini dan dalam waktu dua bulan ini gw harus menyelesaikan banyak tugas yang penuh deadline.

-laporan magang untuk kelas KKL Cetak. FYI, gw belom ke kantor tempat magang gw untuk ngambil hasil-hasil tulisan gw yang naik cetak dan nilai-nilai, sangking ga ada waktunya banget *tsaaaah*
-laporan MPK, yang mana laporan hasil survei di Kabupaten Bekasi nanti. Nohhhh, Kabupaten Bekasi gw aja gak tau itu dimana, ini lagi harus ke sana untuk survei.
-beberapa tulisan untuk pameran di kampus berupa koran, tabloid, ataupun majalah.

Dan itu semua harus sudah selesai dua minggu sebelum UAS, semangat Dwi Ratih.. Kamu bisa! :)

Tuesday, February 28, 2012

Internship part 2

Satu minggu yang lalu, gw melakukan pemotretan untuk salah satu rubrik di majalah Girlfriend, yaitu Self Respect. Gw ditugaskan untuk mencari dua cewek abegeh untuk bersedia diwawancara mengenai Self Respect. Gw meminta bantuan sama dua teman gw yaitu, Novely dan Intan. Dengan senang hati mereka ingin membantu gw, ya mereka udah sahabatan dari mereka masuk kuliah sampai saat ini. Selain difoto mereka juga menjawab beberapa pertanyaan mengenai Self Respect yang diberikan oleh tim.

Pemotretan dilakukan di kantor Girlfriend yang bertempat di Jl. Pangeran Antasari, Jakarta Selatan.
Ini beberapa foto yang gw ambil selama pemotretan berlangsung :p

the girls with Mba Indri (Senior Reporter) and Mas Ryo (Photographer)



By the way, i wanna say a big thanks for the both of you Novely and Intan, karena sudah membantuku dalam menyelesaikan rubrik Self Respect kali ini. Nantikan yah wajah kalian di edisi bulan April 2012 :)

Friday, February 10, 2012

Internship part 1

Sudah hampir 2 minggu magang di Majalah Girlfriend Indonesia. Sempet pindah divisi dari Fashion ke Feature. Iya, pertama emang gw sotoy aja milih Fashion, karena gw menghindar dari yang namanya nulis menulis. Eh itu malah jebakan betmen buat gw. Dosen dan beberapa temen-temen bilang ke gw "Po, nanti kan bikin laporan di kelas KKL, terus kalo lo di bagian fashion, apanya yang bisa dibuat laporan? kan lo harus ngasih beberapa tulisan yang akan naik cetak di tempat magang lo."

Kata-kata itu membuat gw galau-sugalau setelah 2 hari magang di bagian Fashion, gw mikir apakah gw bisa pindah divisi atau enggak. Tapi gw yakin, dengan komunikasi bisa menyelesaikan masalah yang ada. Keesokan harinya gw bilang sama mentor gw bahwa gw butuh tulisan yang agak banyak untuk bisa membuat laporan di akhir semester.

Entah kapan gw dibolehin pindah divisi sama pemrednya, tapi kebesokkannya gw udah dimintain nulis ini itu sama mentor Feature. Yo wess lah, gw kerjakan apa yang gw bisa kerjakan.

Yang gw tangkep dari pengamatan gw selama di kantor,
Kerjanya:
Feature?  ke kantor - liputan - pemotretan - balik lagi ke kantor - nulis
Fashion? ke mall - pinjem baju, celana (all about fashion) - ke kantor - styling - foto produk - ke mall balikin pinjeman - (jarang di kantor sesungguhnya kerjanya)
Design/Artistik? ke kantor - ngejogrok di depan komputer - otak-atik gambar/ngedesign

Tapi gw salut sama tim gf yang (cukup dibilang) sdm nya ga terlalu banyak, mereka bekerja keras untuk menghasilkan sesuatu yang bagus dan baik untuk para pembaca.

Gw emang kepingin banget kerja di suatu majalah, entah kenapa gw lebih suka kerja di cetak majalah dibandingkan di cetak harian. Tapi ya namanya kerja ya boooook, pasti capek. Gw aja yang baru magang kerasa juga capeknya.

Gak akan tau rasanya kalo ga nyoba!

Sunday, January 29, 2012

Dag dig dug DUAAAAARRRR!!

Yeaaay, tomorrow its gonna be my first day in my internship! I'll share about tomorrow experiences. Yes, i will. *crossed finger*

Tuesday, January 24, 2012

Sekali ngegas, delapan tewas.

Beberapa hari ini seluruh media massa sedang hangat-hangatnya membahas kasus 'Xenia Maut' yang memakan korban hingga 9 orang. Hal tersebut terjadi ketika si pengemudi yang bernama Apriani Susanti 'oleng' mengendarai mobil Xenia berplat B 2479 XI, sehingga dengan kecepatan 100km/jam langsung menabrak 13 pejalan kaki di Jalan M Ridwan, dekat Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada hari Minggu 22 Januari 2012.

Sekali ngegas 8 orang tewas di tkp dan sisanya luka-luka, dan pada hari ini satu orang korban luka yang sempat dilarikan ke RSPAD, akhirnya meninggal dunia. Miris banget kalo melihat video-video yang beredar di internet ataupun ditayangkan di televisi. Tentunya dengan keluarga dan kerabat dari korban tewas, sudah tidak kebayang lagi seperti apa perasaan mereka yang tiba-tiba mendapat kabar bahwa salah satu keluarganya tewas seketika di tepi jalan, dan sedang berjalan kaki pula.

Pelaku mengaku lepas kendali ketika mengendarai mobil tersebut, dan diketahui sebelum kejadian naas tersebut, pelaku habis pesta barang-barang terlarang di salah satu hotel berbintang di Jakarta. Entah mabok apa juga gak keliatan jelas, soalnya wajah si pelaku tidak merasa ketakutan atau cemas sama sekali ketika mengetahui delapan orang tewas di tempat.

Setahu gw ya kalo abis mabok alkohol itu yaa semacam beler-beler gitu kalo diajak ngomong, tapi ini enggak ada beler-belernya sama sekali pas diwawancarai sama salah satu pewarta berita. Terus kalo mabok ganja, setahu gw kalo mabok ganja itu ada yang kelaperan terus, ketawa-ketawa terus, enggak ada satupun efek ganja yang membuat pemakainya menjadi agresif seperti halnya saat mabuk alkohol.

Oke, balik ke si Xenia. Pas tadi gw nonton berita di tv, si pelaku diancam pasal berlapis (lupa pasalnya berapa aja) hukumannya 6 hingga 12 tahun, dan denda maksimal 12 juta. Banyak komentar-komentar dari banyak oknum yang tidak setuju dengan hukuman yang dijatuhkan kepada AS, ya apalagi dengan keluarga korban ya pasti sangat membenci wanita yang berbadan tambun ini.

Gw cek timeline di twitter gw, cek facebook, buka google, banyak yang komentar 'ih kok cuma 6 tahun sih hukumannya? sama aja kayak curi sendal kalo gini, masa nyawa 9 orang disamain kayak curi sendal.' 

Gw bukan orang yang paham-paham amat sih yaa sama hukum, enggak mengerti sama sekali yang ada. Tapi gw juga sangat berharap sama hukum yang ada di Indonesia, kalo emang hukuman buat AS segitu, ya tolong ditegakkan seadil-adilnya. Jangan mentang-mentang nanti terima 'sogokkan' eh malah dikurang-kurangin hukumnnya :p

Terus juga buat yang komentar dan mengomentari kasus ini, jangan sampai berlebih gitu sih bok, kalau emang ga setuju sama hukumannya si AS yang segitu, monggoooo ke DPR minta ubah undang-undangnya :p :p

Mari berdoa buat semua korban yang meninggal, semoga diberikan di tempat yang indah di sisiNya, buat keluarga yang ditinggal, semoga diberikan ketabahan, serta korban yang luka semoga lekas sembuh, Amiiiin Ya Allah, O:)

Tuesday, January 17, 2012

Apalah arti seribu rupiah

Abis beli soto mie di deket rumah

Gw: bang, sotonya 1 ya dibungkus
Penjual: *mengangguk*
Gw: kuahnya dipisah ya
Penjual: *mengangguk*
Gw: *dalem hati* angguk-angguk ajelu, bang..

Soto sudah dibungkus

Gw: *ngasih uang selembar Rp. 10.000*
Penjual: *ngasih uang kembaliannya selembar Rp. 2000*
Gw: harganya udah naik emang ya bang? bukannya masih 7ribu?
Penjual: baru kemarin naik seribunya
Gw: .....

Ya mau naik berapa sih terserah deh ya, yang penting gw bisa makan pagi ini, karena ibu gw ga masak dan pergi saja meninggalkan anaknya yang satu ini di rumah sendirian. Tapi, lumayan juga naik seribu yaa :p jadinya kan ga bisa beli kerupuk banyak. Beli kerupuknya jadi empat doang deh, kan 2ribu.

Thursday, January 12, 2012

new year

Sebenernya sih udah kelewat lama untuk make a wish buat tahun 2012 ini :p
Tapi gak apa-apa dong, tiada kata telat ah.. *sedikit maksa*

let me make some wishes

1. Be more positive and pray more often
2. Have a better and stronger relationship with My Blacky Man
3. Lebih rajin kuliah dan IP naik
4. Be healthy
5. Dapet tempat magang yang pas sesuai keinginan
6. Dapet kerjaan buat mengisi waktu luang

I hope my wishes come true, and i just wanna say to everyone.. let's scream.. HAPPY NEW YEAAAAAARRRRRR!!!!

Wednesday, December 21, 2011

ngawur!

Dikit lagi akhir semester
Dikit lagi magang
Dikit lagi ngeliput-liput
Yeaaaah dikit lagi aku sibuk
Aku senang dengan kesibukan
Karena membuat diriku tidak merasa kesepian

Bagi yang liburan, selamat berlibur yaaa
Bagi yang magang, welcome to the jungle!
:)))))))

Wednesday, November 30, 2011

Tragedi Beli Gado-gado

Beberapa hari yang lalu, gw beli gado-gado deket rumah gw untuk pertama kalinya karena gw biasa beli gado-gado yang tempatnya agak jauh dari rumah gw, soalnya yang jual gado-gado di tempat biasa gw beli itu ibu-ibunya udah tau rasa gado-gado yang gw pesen.

Kejadian aneh yang gw rasakan pertama kali di tempat gado-gado yang deket rumah gw,

Gw: bu, beli gado-gado ya, satu dibungkus.
Penjual: iya neng, pedes ga?
Gw: enggak, bu.
Penjual: sedang gitu?
Gw: enggak pakai cabai, bu *sambil senyum*
Penjual: emang enak ya kalo ga pake cabe? satu aja ya cabenya biar ada rasanya *ngeyel*
Gw: eh jangan dikasih cabai bu, saya gak suka pedas.
Penjual: oh yauda, baru tahu saya gado-gado gak pakai cabe itu enak *makin ngeselin banget*

Pulang dengan muka kesel, ya gimana ga kesel, gw sebagai pembeli kan dia (ibu-ibu penjual gado-gado) seharusnya melayani pembelinya dengan baik dan ramah, gak ngeyel dan ngotot untuk ngasih cabai ke dalam adukan gado-gado yang gw pesen. Kan yang makan gw, mulut-mulut gw yang ngerasain enak atau enggaknya. Penjual gado-gado yang aneh -________-'

Saturday, November 26, 2011

Meet and Greet Akon

Dua minggu yang lalu, gw diajak salah satu teman semasa smp gw untuk diajak meet and greet Akon. Natassya, teman smp gw itu sekarang udah bekerja di salah satu perusahaan musik di Jakarta, dia bertugas untuk meet and greet dan mengajak beberapa orang untuk meet and greet Akon yang pada hari tersebut mengadakan konser di International Expo Outdoor, yang lebih kita kenal di JIEXPO Pekan Raya Jakarta.

Tanpa panjang lebar gw mengiyakan ajakan Tesi (sapaan akrab gw ke Natassya). Sorenya Tesi menjemput gw di rumah dan kita langsung menuju JIEXPO. Sekitar pukul setengah tujuh malam, gw dan Tesi udah sampai di tkp. Bertemu dengan beberapa teman Tesi yang kebanyakan bekerja di media.

Wow.. Gw merasa gw sedang berada di lingkungan asli gw, karena gw yang ingin bekerja di media hiburan seperti ini bertemu dengan (ya bisa dikatakan) senior gw. Gw banyak ngobrol sama beberapa temannya Tesi, dan ternyata untuk bekerja di media hiburan itu tidak segampang yang gw pikirkan.

with Tesi's friends, Akon, and Me :)



Saturday, October 29, 2011

Produksi Siaran Radio

Semester ini gw mengambil mata kuliah Produksi Siaran Radio, dimana kita harus mengadakan siaran radio di kampus selama satu semester, dan sudah dijadwalkan masing-masing kelompoknya pada setiap kelas untuk siaran.

Dan yak!!!! Kelompok gw aja gitu ya yang siaran pertama kali dalam semester ini. Lalu, gw dan kelompok mencari bahan-bahan apa saja yang akan dibahas pas nanti siaran, berhubung tema radio kami lifestyle dan lebih spesifik ke kuliner dan wisata, jadi kita akan ngebahas tempa-tempat makanan yang sering dikunjungi oleh para khalayak banyak.

Pada kesempatan pertama ini, gw dan Non (salah satu teman sekelompok) yang menjadi penyiar. Gw sih pede-pede aja buat 'komat-kamit' di depan mic, ya toh gak keliatan juga mukanya hehe. Satu jam selama siaran, kita berdua cuma bisa ketawa-ketawa ga jelas sambil memberikan info-info kuliner dan wisata yang bahannya udah kita cari sebelumnya. Dan kalo bingung mau ngomong apaan, operator gw yang ada cuma masangin lagu-lagu aja selama siaran, ngomongnya sedikit, lagunya banyak. Yah, maklumlah baru pertama kali siaran radio *ngeles*.

Tapi setelah siaran pertama, kedua, dan ketiga, gw dan teman-teman malah ketagihan buat siaran terus, di samping sambil dengerin lagu-lagu, kita bisa berinteraksi dengan teman-teman satu kampus melalui radio, ada yang masuk ke laboratotium untuk sekedar salam-salam atau request lagu, seru!

Mudah-mudahan nilai mata kuliah PSR memuaskan ya, teman-teman :)

Saturday, September 17, 2011

Awal semester ganjil

12 September 2011, gw memasuki mahligai semester ganjil di Kampus Tercinta (wekkkkkkks..) eh tapi slogan kampus gw itu lohhh. Gak kerasa udah semester lima, mudah-mudahan sesuai target dan selesai tepat waktu *amiiinnnn beribu aminnn*

Jadi, gw mau cerita tentang awal-awal perkuliahan di semester ganjil ini. Senin lalu matakuliah yang gw ambil adalah Komunikasi Massa dan Produksi Siaran Radio, dimana yang Kommas sesi satu yaitu pukul 08.00 WIB dan PSR sesi empat yaitu pukul 15.30 WIB. Apa artinya? jeda kuliahnya lama banget bikin bejamur.

Gw merasa deg-degan untuk hari pertama, apalagi mata kuliah Kommas. Sebelumnya gw mendengar kabar burung bahwa yang ngajar adalah dosen yang paling gak disukai sama mahasiswa di kampus gw. Ya sebut saja ibu *tut*. Si ibu tut ini kalau mengajar super duper ga enak, bikin tegang semua mahasiswa, jarang senyum apalagi ketawa, on time, *bagus sih sebenarnya, jadi disiplin*, masuk kelas on time, keluar kelaspun on time meskipun terjadi badai lautan api di sana *ini baru lebay*.

Sebelum dosen masuk ke kelas, gw sama temen-temen kelas masih ngobrol-ngobrol di depan kelas, ngomongin dosen yang akan ngajar kami.

A: duhhh jangan sampe ya si ibu tut itu yang ngajar kita yaa

B: iyaaa, jangan sampe ya, aduhh bisa-bisa cuma C nih nanti kita dapet nilainya.. amit-amit!

Yaaa, itulah salah satu percakapan diantara kami.
Setelah beberapa menit, datanglah dosen lelaki dengan santai masuk kelas kami. Kami sekelas terheran-heran mengapa si bapak ini yang ngajar kami. Tapi anak-anak sekelas bersyukur karena doanya terkabul. Mendapatkan dosen yang enak dan baik, mudah-mudahan mendapat hasil yang enak dan bagus *AMINNN*

Setelah kelas Kommas berakhir, gw dan teman-teman se-pe-nong-krong-an pun hanya cuma bisa bersenda gurau di pelataran kelas untuk menunggu hingga pukul 15.30 tiba. Makan siang bersama, solat bersama, sampai kelas sorepun bersama.

Kelas sorepun, yaitu PSR diajar sama dosen yang 'aneh' pula. Enaknya begini, sebut saja si bapak aneh itu ya. Kelas sama bapak aneh itu santai, bisa ketawa sampe guling-guling, bahkan dia yang membuat kami untuk tertawa terbahak-bahak. Ya masa, kalau spidol abis kita disuruh pulang dan kelas selesai begitu saja, alasannya begini 'yah spidolnya abis, udah lo semua pulang deh percuma ga ada spidol ga bisa belajar'. JEDARRR!

Tapi biar kita 'jarang' belajar sama si bapak aneh itu karena ada aja berbagai macam kejadian lucu di kelas bukan berarti kami males belajar sekalipun bego sama sekali. Malah kami banyak mendapatkan ilmu dari bapak aneh itu dan banyak juga yang mendapat nilai bagus dari si bapak aneh.

:) :)

Wednesday, August 31, 2011

Lebaran

Akhirnya setelah sebulan berpuasa, menahan rasa lapar dan haus serta menahan hawa nafsu, today is the big day, yeaaaaaaay!

Sempat terjadi perbincangan hangat di kalangan umat muslim karena sempat 'mundur' jadwal hari raya, menurut rapat isbat penetapan 1 Syawal 1432 H di kantor Kementrian Agama, Senin (29/8) hasil laporan dari 33 titik pantauan hilal di seluruh Indonesia yang dibacakan dalam sidang tersebut, tak satu pun melihat hilal atau anak bulan di ufuk. Jadi, 1 Syawal 1432 H jatuh pada hari Rabu 31 Agustus 2011.

Walaupun ada beberapa kaum muslim yang sudah merayakan Idul Fitri pada Selasa (30/8), tetapi perbedaan itu tidak membuat kaum muslim berpecah belah.

Ketupat, opor ayam, sambel goreng kentang, rendang, merupakan makanan khas lebaran. Hampir di setiap rumah yang merayakan pasti ada menu seperti itu. Ga ada ketupat kayak enggak lebaran gitu rasanya hehehehe



Buat teman-teman semua, minal aidin wal faizin yaaa mohon maaf lahir dan bathin..
Selamat lebaraaaaaaaan ;)

Monday, July 11, 2011

Libur Dua Bulan

Selesai sudah Ujian Akhir Semester yang diadakan selama seminggu. Lalu apakah liburnya dua minggu seperti anak-anak sekolah lainnya? Oh tentu tidaaaak *logat Sule*, liburan kuliah tidak sama dengan liburan anak-anak sekolah, *kambingpun tau*.

Oke, sekarang yang jadi pertanyaan adalah 'mau liburan kemana Po selama dua bulan?'. Gw tidak seperti teman-teman gw yang sudah menyusun jadwal liburan secara baik, yang sudah menyisihkan uang jajannya untuk berlibur ke luar kota ataupun ke luar negeri, gw? ikutin air mengalir aja, ada uang ya jalan kalau enggak ya di rumah aja. Mentok-mentok jalan di mall-mall ibukota.

Banyak sekali janji sana sini untuk pergi bersama, entah hanya makan bersama sampai ingin berlibur ke luar kota bersama. Yaa, gw berdoa supaya timing nya pas sehingga bisa terlaksana semuanya. Amin :)

Once again,
Have a great holiday, guys ;)

Friday, April 29, 2011

Take Home AUVI

Pada 25 - 28 April 2011, gw melaksanakan Ujian Tengah Semester. Dari delapan mata kuliah yang gw ambil di semester ini ada satu mata kuliah yang paling riweh, susah dalam penalaran akademis sih enggak tapi ribet nya itu yang bikin gw dan teman-teman sekelas jungkir balik jumpalitan buat ngerjain take home uts nya. Mata kuliah yang di maksud adalah Produksi Siaran Audio Visual, yang biasa kita sebut AUVI.

Di dalam take home, kita di suruh membuat proposal acara yang menarget kan audience nya adalah anak IISIP. Lalu, dalam menentukan pembawa acara kita harus membuat design baju yang ingin di pakai oleh si pembawa acara, lalu di gambar juga pola wajah seseorang untuk memberikan detail warna make-up yang ingin dipakai oleh pembawa acara.

Dosennya ingin semua hasil by data. Yang dimaksud si dosen itu sama sekali gw gak ngerti. Setelah di telaah pelan-pelan. Ohhh maksudnya dia itu adalah 'apakah ada sebuah teori atau menurut pakar tentang acara yang ingin di pakai'.

Dan akhirnya gw mengerjakan semampu gw, membuat acara Talk Show dengan pembawa acara Zivanna Letisha.
Sengaja mengambil Zivanna, karena kita semua tahu dia adalah seorang Putri Indonesia yang notabene nya cantik. Karena cantik itu lah agar acara gw di tonton banyak orang, terutama para mahasiswa laki-laki yang suka melihat wanita cantik, entah ia mengerti acara talk show nya atau enggak, yang penting acara gw banyak yang nonton :p :p

KELAR SOAL TENTANG MEMBUAT PROPOSAL

Eittts, masih ada soal berikutnya. Yaitu membuat skenario dari novel Foucalt's Pendulum dai Umberto Eco.
Nahloooooooh? Jadi kita harus baca novel yang tebalnya 600an lembar, lalu kita ringkas terus di bikin skenario nya.
Mau mati berdiri gak tuh dengernya? Belum lagi belajar mata kuliah yang lain.
*nasib mahasiswa sih sebenernya, kenapa curhat?*

Sebenarnya gw dah males banget buat ngerjain soal yang skenario ini. Banyak temen-temen yang enggak ngerjain. Tapi gw mendapat bisikan-bisikan dari malaikat baik yang bilang 'kerjain aja sih, Po. Nilai uts itu lumayan besar, sayang kalau enggak ngerjain. Enggak apa-apa deh hasil nya jelek, yang penting ngerjain, biar ada nlai tambahan.'

Akhirnya pada Selasa, 26 April 2011. Gw ngepot ngerjain skenario dari selesai uts Reportasi, gw langsung ngebut.
*bumi gonjang ganjing gak karuan*
*suara petir dimana-mana*
*pas banget hari itu hujan besar di kampus gw*

Mulai jam satu siang, jungkir balik jumpalitan di perpus kampus ngerjain skenario, sekitar jam empat sore, gw mulai melambaikan tangan ke kamera bilang 'nyerah bos nyerah, gak kuat'
*lah dikira dunia lain*
Jam lima sore gw cabut pulang, rencananya pulang sampe rumah mau ngerjain lagi. Tapi perut mulai gak bisa diajak kompromi.
Makan dulu lah gw sama si pacar di Nasi Goreng Cirebon, Rawamangun.
*kebetulan lagi pulang bareng, maklum punya pacar sibuk banget sekarang*
*idihh curcol dikit* *ouchhh*

Sampai rumah jam delapan malam. Setelah bersih-bersih, langsung gw hajar lagi ngerjain skenario. Selesai kira-kira jam sebelas malam.
*nasib ya nasib*

SELESAI JUGA AKHIRNYA

Esok hari nya tugas dikumpul. Hanya tugas gw dan Riana (teman sekelompok) yang tebelnya melebihi skripsi. Yang lainnya pada enggak ngerjain skenario *pantes tipis*

Ya, sekarang waktunya berdoa supaya hasil kerja keras gw membuahkan hasil yang baik.
Ameen!

Friday, April 1, 2011

Nyuummmm :9

Kenapa harus ada makanan enak seperti mie ayam di muka bumi ini? Apalagi mie ayam yang di jajakan memakai gerobak keliling rumah. Banyak orang bilang makan terlalu sering tidak baik, *ya siapa juga sering-sering makan itu* karena mengandung mecin yang terlalu banyak dan kita tidak tau mangkok yang di bawa abang-abang mie ayam nya itu bersih atau tidak, belum lagi saos yang dipakai, *yang katanya* terbuat dari ubi, cabe, dan tomat busuk. Ah tapi tetap aja bagi gw gak nikmat kalau gak pakai saos yang itu :D :D :D


Ini salah satu foto mie ayam yang biasanya di jajakan memakai gerobak dan keliling rumah

Eh ini gw ngetik sambil ngebayang-banyangin mie ayam gerobakan lewat depan rumah ini. Ya gw salah satu penggemar kelas berat mie ayam gerobakan. Entah kenapa gw lebih suka dengan mie ayam gerobakan dibanding mie ayam yang disajikan di resto-resto. Tapi entah dimana ada mie ayam berada pasti gw cobain kalau gw lagi ngidam mie ayam.


Ini salah satu foto mie ayam yang disajikan di resto

Dari penampilan nya emang udah berbeda. Keliatan yang di resto tidak memakai saos yang busuk dan disajikan secara menarik. Terlihat ada daun selada yang melengkapi mie ayam tersebut. Pangsit goreng nya juga beda.

Gw sengaja nge-post mie ayam, karena gw sekarang sedang sangat-ingin-banget-parah mie ayaaaaam. Mie ayam gerobak yang biasa lewat depan rumah udah beberapa minggu gak lewat. Mie ayam, kenapa kau begitu lezat dibandingkan dengan Pizza, Hamburger, serta Pasta sekalipun. Mie ayam oh mie ayam, yuk mari ah cari mie ayam.

Thursday, March 31, 2011

Liputan Seru!!!

Masuk semester empat, dikejutkan oleh tugas-tugas yang datengnya keroyokan. Yang satu belum selesai, yang satu lagi datang. Yang ini salah, yang itu harus di revisi. Ya ya ya nasib mahasiswa. Mari dinikmati saja :D :D :D

Kali ini gw mau cerita tentang gw liputan di pengadilan beberapa waktu lalu. Jadi, gw dapet tugas mata kuliah Reportase, disuruh cari berita hukum. Ya bergegas lah gw dan teman-teman gw buat ke pengadilan negeri. Lagi hebohnya kasus Susno Duaji dan Ba'asyir. Tapi entah kenapa pas dateng ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, rem mobil nya blong, gak mau berhenti. Gak deng boong, alesan aja itu gw. Gw ke Ampera cuma lewat doang, ragu-ragu mau masuk karena gw sama temen-temen mikir yang hanya boleh masuk buat para wartawan yang udah punya kartu pers.

Lanjutlah, gw ke Pengadilan Negeri Depok. Sesampainya, gw dan lima teman lainnya menunggu di ruang tunggu, karena persidangan belum di mulai. Betapa ga enak nya hidup di penjara, dengan ruangan 4x4 meter dan berjeruji besi, 12 tahanan kumpul jadi satu. Oh My, betapa engap nya mereka disitu.

Pukul 13.00 WIB persidangan pun dimulai. Ada berbagai macam kasus yang di sidang pada waktu yang bersamaan. Karena persidangan ini sifatnya terbuka, jadi kita bebas mau pilih sidang yang mana. Masuk lah gw ke ruangan sidang narkotika, di vonis 6 tahun penjara dan denda 1 Miliar Rupiah kepada Agus Wahyudi Bin Marzuki, terdakwa kasus narkotika yang mengaku sebagai kurir dalam kasus tersebut dan ketangkap membawa empat amplop shabu seberat 9,9 gram.



Agus Wahyudi Bin Marzuki (memakai peci) sedang melaksanakan sidang vonis

Kasihan sebenarnya melihat para tahanan yang hidup di dalam sel sana. Tapi, mereka salah. Karena negara kita negara hukum, yang bersalah di hukum.
*belepotan bener tulisan lo, Po. Buseeeeng*
Mudah-mudahan dengan di hukum, mereka sadar dan tidak mengulangi perbuatannya.

Liputan yang menyenangkan, bisa bertemu dengan orang-orang baru. Kenal sana-sini. Tapi tetep bokk, capeknya te o pe!!